ums.ac.id, SURAKARTA – Semarak Harijadi ke-68 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terasa di Lapangan Psikologi, Kampus 2 UMS, Rabu (26/8/2026). Civitas academica UMS antusias mengikuti berbagai lomba permainan tradisional, di antaranya egrang, tarik tambang, dan bakiak.
Ketua Panitia Harijadi ke-68 UMS Bidang Bazar, Jalan Sehat, Seni dan Olahraga Drs. Suyatmin Waskito Adi, M.Si., mengatakan perlombaan permainan tradisional dihadirkan untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada seluruh civitas academica UMS untuk berpartisipasi.
Menurutnya, pada penyelenggaraan lomba tahun-tahun sebelumnya, sejumlah cabang olahraga cenderung didominasi kelompok tertentu yang memiliki keunggulan karena lebih sering melakukan aktivitas olahraga tersebut.
“Kalau event-event kemarin, pertandingan atau lomba tahun sebelumnya itu tidak semuanya bisa dilibatkan. Karena cabor-cabor tertentu itu didominasi tim tertentu,” ujar Suyatmin.
Berangkat dari evaluasi tersebut, panitia kemudian menghadirkan sejumlah permainan tradisional yang dinilai lebih inklusif dan dapat diikuti berbagai kalangan. Tiga cabang permainan yang dilombakan pada rangkaian Harijadi ke-68 UMS tahun ini yakni egrang, tarik tambang, dan bakiak.

“Hanya tiga cabor permainan yang pada pagi hari ini sangat luar biasa pesertanya,” katanya.
Selain permainan tradisional, rangkaian Milad ke-68 UMS juga diramaikan berbagai cabang olahraga lainnya. Suyatmin menyebut terdapat 15 cabang olahraga yang dipertandingkan dalam rangkaian kegiatan tahun ini.
Ia juga menyoroti perkembangan partisipasi perempuan dalam sejumlah cabang olahraga. Pada pertandingan tenis lapangan, misalnya, peserta perempuan turut ambil bagian setelah sebelumnya pertandingan lebih banyak diikuti peserta putra.
“Artinya, Srikandi-srikandi UMS tampil, tenis dan smash-nya sangat luar biasa,” ujarnya.
Menurut Suyatmin, berbagai perlombaan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang interaksi dan kebersamaan bagi seluruh civitas academica UMS. Ia mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan momentum Milad ke-68 sebagai perayaan bersama.
“Karena UMS milik kita bersama, maka semuanya bisa. Tarik tambang siapa pun bisa,” tuturnya.

Di sisi lain, Wakil Rektor IV UMS Prof. Dr. dr. Em Sutrisna menyampaikan bahwa permainan tradisional yang dihadirkan dalam rangkaian Milad ke-68 juga menjadi bagian dari syiar UMS.
“Ini bagian juga dari syiar UMS. Mudah-mudahan sukses semua!” ujarnya. (Maysali/Humas)




