ums.ac.id, SURAKARTA – Suasana hangat menyelimuti Masjid Syarif Saripan, Makamhaji, ketika lebih dari 200 peserta mengikuti Khutbah Ta’aruf dan Stadium General Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) 2025. Untuk pertama kalinya, acara ini menghadirkan warga dan tokoh masyarakat, menciptakan kebersamaan antara mahasantri dengan masyarakat sekitar.
Acara dibuka pukul 09.00 WIB dengan rangkaian kegiatan Khutbah Ta’aruf, pembacaan Kalam Ilahi, serta sambutan dari pimpinan pondok, Ketua Lembaga Pengembangan Pondok, Al Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) UMS serta perwakilan tokoh masyarakat.

Kepala Pondok Hajjah Nuriyah Shabran periode 2025–2029, K.H. Yayuli, S.Ag., M.Pi., dalam sambutannya menjelaskan alasan pondok melibatkan warga dan tokoh masyarakat dalam kegiatan ini.
“Pondok dan masyarakat adalah satu kesatuan yang memiliki cita-cita sama: mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Jika terdapat kekhilafan dari pondok, kami sangat berharap masyarakat memberikan masukan dan mengingatkan kami,” jelas Yayuli, Selasa (9/9).
Hal senada disampaikan Ketua RW 12 Desa Makam Haji, Muchlis Joko Achmadi, S.H., yang mewakili tokoh masyarakat. Ia menyambut baik upaya pondok dalam mempererat hubungan dengan warga.

“Kami berharap pondok bisa terus bersinergi dengan masyarakat, misalnya dengan menempatkan kegiatan dakwah di masjid-masjid desa. Tentu saja, kami siap menerima,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua LPPIK UMS, Dr. Mahasri Shobahiya, M.Ag., menekankan pentingnya peran Pondok Shabran di tengah masyarakat.
“Kehadiran mahasantri Shabran memang sangat dirasakan oleh masyarakat. Bahkan, beberapa nama mahasantri sudah dikenal sekali oleh warga, bukan hanya karena kegiatan belajar di pondok, tetapi juga karena keterlibatan mereka dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di desa,” terangnya.
Mahasri melanjutkan, kehadiran warga dalam Stadium General pada Sabtu (23/8) itu, diharapkan menjadi wajah baru Pondok Shabran, yang senantiasa menjalin kerja sama dan saling mengayomi dengan masyarakat. Selain memperkuat ukhuwah, acara ini juga menegaskan komitmen pondok untuk melahirkan generasi Islam yang berilmu, berakhlak, dan menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Saripan. (Fauzon/Dwi/Humas)




