Terima Kunjungan UPSI Malaysia, UMS Jajaki Peluang Kolaborasi

ums.ac.id, SURAKARTA – Peluang kolaborasi akademik antara Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan kampus asal Negeri Jiran Malaysia semakin terbuka lebar. Kali ini, peluang tersebut datang dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI).

Ihwal itu mengemuka dalam lawatan perwakilan UPSI ke UMS, yang berlangsung di Ruang Sidang BPH, Gedung Induk Siti Walidah, UMS, Kamis (26/6). Sejumlah kolaborasi akademik yang direncanakan terjalin, meliputi riset dan publikasi, pertukaran mahasiswa, praktik pengalaman lapangan, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Direktur IMAC UPSI Prof. Dr. Ramlee bin Rahim.
Direktur IMAC UPSI Prof. Dr. Ramlee bin Rahim.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor V Prof. Supriyono, S.T., M.T., Ph.D., mengatakan UMS siap melakukan mengirimkan civitas academica-nya ke UPSI. Sebelum Covid-19, Supriyono menerangkan, UMS telah aktif mengirimkan dosen dan mahasiswa lewat program mobility ke UPSI.

“Kami juga ingin mengetahui strategi dari UPSI untuk meningkatkan pemeringkatan, khususnya QS Ranking. Kami berharap dapat mendiskusikan kerja sama lebih lanjut dengan UPSI,” ujar Supriyono dalam sambutannya.

Direktur International, Mobility and Advanced Education Centre UPSI Prof. Dr. Ramlee bin Rahim mendukung upaya mobility dan transfer kredit atau transfer mata kuliah antarkedua institusi. Kesempatan tersebut akan berlaku untuk mahasiswa maupun dosen.

“Kami ingin berkolaborasi lebih banyak dengan memberi kesempatan dosen dan mahasiswa UMS untuk belajar di kampus kami,” kata Ramlee.

Sejumlah program lain turut ditawarkan UPSI, yakni double degree atau gelar ganda untuk mahasiswa magister dan doktoral, post doctoral untuk dosen UMS, juvenile offenders atau pendidikan untuk narapidana, dan joint degree atau bimbingan penelitian gabungan.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Dekan IV Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS Prof. Dr. Harsono, M.S., mendukung tawaran kerja sama tersebut. Harsono mengusulkan kerja sama berupa joint supervision untuk bimbingan disertasi dan bimbingan artikel publikasi penelitian. Ia juga menekankan program gelar ganda untuk jenjang doktoral.

“Kalau untuk program double degree tidak harus datang ke kampus. Bisa menggunakan blended learning (pembelajaran campuran),” ujar Harsono.

Lebih lanjut, Harsono berharap kerja sama antara UPSI dengan UMS akan memperluas pengembangan riset kedua belah pihak. “Saya pikir kalau ini bisa ditindaklanjuti akan sangat baik untuk perkembangan kedua universitas,” harap dia. (Gede/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta