“Pengabdian kepada Masyarakat ini mendapatkan pendanaan Hibah Kompetitif dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM) Tahun 2024 merupakan upaya nyata dari universitas dalam mewujudkan masyarakat tangguh bencana salah satunya siswa penyandang disabilitas,” papar Siti Azizah Susilawati, Kamis, (5/12).
Diseminasi hasil pengabdian kepada masyarakat ini sudah berlangsung pada Senin, (2/12) yang dilaksanakan di Aula SLB Shanti Yoga Klaten dengan dihadiri mitra pengabdian yang terdiri dari : 14 SLB Kabupaten Klaten; Pengawas SLB kabupaten Klaten, Supriyanti; Pengawas SLB Jawa Tengah, Surasih; dan ULD PB BPBD Kabupaten Klaten.
Kegiatan diseminasi itu diawali dengan presentasi hasil pengabdian oleh Ketua tim dengan dilanjutkan presentasi poster mitigasi bencana karya peserta pelatihan dan penguatan yang telah dilaksanakan sejak bulan Agustus 2024. Pelatihan dan penguatan kapasitas guru-guru ini berupa pelatihan pembelajaran mitigasi bencana dengan menggunakan Sipakdedifa berbasis android, pelatihan dan optimalisasi pembuatan media pembelajaran mitigasi bencana dengan berbasis Canva dalam membuat kuis, poster, dan denah evakuasi sekolah.
Siti Azizah Susilawati menyampaikan bahwa peserta pelatihan dan program penguatan kapasitas mitigasi bencana dari guru-guru SLB ini menunjukkan peningkatan yang nyata, guru-guru SLB meningkat pengetahuan bencananya berbasis Sipakdedifa, selain itu para guru juga telah melaksanakan pembelajaran mitigasi bencana di sekolah menggunakan Sipakdedifa dan Augmented Reality di sekolah masing-masing.
Selanjutnya, Pengawas SLB Kabupaten Klaten, Supriyanti menyatakan bahwa pengabdian dari tim UMS ini sangat bermanfaat dalam edukasi mitigasi bencana untuk siswa penyandang disabilitas.
“Workshop dan pelatihan yang diberikan sangat bermanfaat bagi siswa penyandang disabilitas di Klaten sehingga memotivasi siswa penyandang disabilitas dalam belajar mtigasi bencana, sehingga mereka akan lebih siapsiaga dalam menghadapi bencana,” kata Supriyanti.
Hal senada disampaikan oleh Agus Istanto selaku Ketua MKKS SLB Kabupaten Klaten. Agus menyatakan bahwa program ini sangat bermanfaat bagi anak-anak peserta didik penyandang disabilitas dalam aksesnya untuk siap dan tangguh bencana karena siswa penyandang disabilitas masuk dalam kelompok rawan sehingga dapat tangguh dan siap menghadapi bencana.
Agus Isntanto juga menyatakan bahwa guru-guru SLB telah mengimplementasikan pembelajaran mitigasi bencana dengan menggunakan Sipadkedifa dan AR di mana hal ini berdampak pada peningkatan keterampilan mengajar guru. Siswa-siswa penyandang disabilitas juga sangat senang dalam mengikuti pelajaran yang disampaikan oleh guru mereka.
Pada kesempatan ini, BPBD Kabupaten Klaten yang dihadiri oleh Warsito dari ULD PB BPBB Klaten menyatakan apresiasinya terhadap kegiatan ini dan BPBD Kabupaten Klaten bersedia untuk melanjutkan program dengan tetap bekerja dengan MKKS SLB Kabupaten Klaten. (Yusuf/Humas)




