ums.ac.id, SURAKARTA – Tim Pengabdian Masyarakat Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat) (P2AD) dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Pelatihan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) untuk Guru Sekolah Amal Usaha Muhammadiyah, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar.
Tim pengabdian ini, beranggotakan dr. Devi Usdiana Rosyidah, M.Sc., dr. Nur Mahmudah, M.Sc., dr. Sa’idatul Fithriyah, M.Sc., dr. Sulistyani, Sp.N., dr. Tri Agustina, M. Gizi, dr. Nining Lestari, M.P.H., dan Apt. Setyo Nurwaini, S.Farm.,M. Sc. Tim juga dibantu oleh 10 mahasiswa Fakultas Kedokteran UMS.
Ketua Tim Pengabdian, dr. Devi Usdiana Rosyidah, M. Sc., mengungkapkan bahwa terdapat total 20 lembaga Pendidikan Muhammadiyah di Gondangrejo mulai Taman Kanak-kanak (TK) sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA). Untuk lembaga pendidikan tingkat TK ada 8 sekolah dan tingkat Madrasah Ibtida’iyah (MI) ada 7 sekolah.

Ia menyampaikan bahwa siswa di tingkat TK dan MI memiliki karakter yang secara kemandirian masih rendah dan membutuhkan pertolongan serta bimbingan dari orang dewasa atau guru di sekolah.
“Untuk memperkuat program dan layanan kesehatan di sekolah diperlukan peningkatan pengetahuan khusus mengenai UKS dan pelatihan khusus P3K untuk guru yang akan diberi tanggung jawab di bidang tersebut,” ungkapnya, Senin (19/5).
Sebagai pembimbing dan penolong siswa, guru tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan dalam bidang akademik, tetapi juga harus mampu mengatasi adanya gangguan ketidaknyamanan di lingkungan sekolah serta dapat melakukan pertolongan pertama apabila terjadi kecelakaan pada anak didik di lingkungan sekolah atau pada kegiatan luar yang diadakan oleh sekolah.
“Guru sekolah Muhammadiyah tingkat taman kanak- kanak dan sekolah dasar di kecamatan gondangrejo yang diberikan tanggung jawab di bidang UKS dan P3K belum pernah mendapatkan pelatihan khusus mengenai hal ini,” tegasnya.
Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan pada Sabtu, (17/5) lalu itu berupa pemberian materi kesehatan anak dan praktik penolongan pertama pada kecelakaan. Acara berlangsung lancar dan peserta tampak antusias mengikuti acara sampai selesai.
“Kemudian acara ditutup dengan pemberian bingkisan paket kotak P3K beserta isinya, timbangan berat badan, dan alat pengukur tinggi badan, untuk masing-masing perwakilan sekolah,” pungkasnya. (Fika/Humas)




