Ultimate Talk Series 3, Kolaborasi IKA UMS dengan Jejaring Perusahaan Buka Peluang Kerja Lebih Besar

ums.ac.id, SURAKARTA – Ikatan Keluarga Alumni (IKA) menggelar program kolaborasi Ultimate Talk Series 3. Kegiatan ini menghadirkan pimpinan-pimpinan perusahaan untuk berbagi pandangan dan best practice sehingga tercipat talenta unggul Indonesia.

Kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium Mohammad Djazman Kampus I UMS pada Senin, (9/12) itu mengangkat tema besar “Empowering Workers, Protecting Futures: Gender Equality and Child Protection in Global Labor Markets”.

Ketua IKA UMS sekaligus Dewan Pengawas BPKS Ketenagakerjaan Dr. M. Aditya Warman, S. Psi., MBA., menyampaikan pesan apabila orang-orang yang dilahirkan minimal di era Gen Milenials, maka yakinilah bahwa reources mu itu tidak perlu contoh yang bagus-bagus di mata kalian hari ini. Aditya menyampaikan bahwa Gen Z itu mempunyai kecepatan transfer kortek ke hipotalasmu itu lebih cepat berkali-kali daripada kelompoknya yang merupakan Gen X veteran atau Baby Boomer.

“Maka bahan baku kalian adalah problemn statetment. Tanpa adanya problem, otak kalian tidak akan pernah bisa meng-generate solusi, maka solusi itu adalah income mu, profitmu, value mu,” ungkap Aditya.

Ketua IKA UMS itu mencontohkan bagaimana Nadiem Makarim muda yang melihat permasalahan tukang ojek dan kebutuhan penggunaannya. Kemudian dia membuat toolset yang dinamakan Gojek. Nadiem di sini tidak memiliki SIM nya, motornya, jaketnya, tetapi dia bisa menikmati 30% lebih uang yang dikembangkan oleh apa yang disebut transaksi Gojek.

Aditya kemudian menyampaikan alasan dari kegiatan kolaborasi global job market ini dibuka.

“Karena kita hari ini tidak pernah menggunakan ruang ekosistem kampus untuk mencari tahu problem-problem besar apa yang ada di luar sana. Masuk ke kampus, dibangun softskill, dibangun skillset, cari toolsetnya, ubah mindsetnya menjadi mentalset UMS, maka UMS akan mendunia karena inovasinya,” tuturnya dengan penuh semangat.

Rektor UMS Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si dalam sambutannya menyampaikan pesan-pesan yang diungkapkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Di dalam pidatonya, Prabowo selalu menyebut setidaknya kata-kata ketahanan pangan, makan gratis bergizi, dan enterpreneruship.

“Kegiatan ini tentu sangat relevan dengan kebutuhan bangsa. Karena visi presiden itu, 10 tahun ke depan pasti pelakunya adalah adek-adek,” ujar Sofyan Anif.

Dia juga memberikan apresiasi kepada alumni, yang telah memberikan ketertarikan pada acara ini yang akan menjadi satu bekal mahasiswa untuk berkompetisi ke depannya.

Dia menyebut bahwa ke depan untuk berkompetisi mendapatkan lapangan pekerjaan itu tidak lagi ditentukan oleh Indeks Prestasi (IP) karena itu menempati urutan 17 dari 20 item pertanyaan.

“Sukses di bidang entrepeneur atau bidang apapun itu yang pertama adalah soft skill. Maka sebetulnya pada hakikatnya kegiatan yang telah di desain adalah untuk meningkatkan soft skill untuk kalian semua,” tuturnya.

UMS sudah sadar sejak lima tahun yang lalu, lanjut Sofyan Anif, ketika UMS telah mendapatkan akreditasi Unggul. Namun meskipun sudah Unggul, dia merasa tidak nyaman karena ketika bertemu dengan alumni kemudian mendengar cerita alumni belum bekerja dan miris dengan hal tersebut.

“Kami berharap dengan keterlibatan alumni ini akan memperpendek masa tunggu saat lulus sampai mendapatkan pekerjaan itu bisa sependek-pendeknya. Syukur begitu lulus sudah dapat pekerjaan. Betapa senangnya seorang pimpinan ketika para alumni itu bisa menunjukkan seperti itu,” ujar Rektor UMS itu.

Anif mengungkapkan juga bahwa ini adalah kesempatan yang sangat baik, karena tekad IKA UMS ini menjadikan mahasiswa sebagai future leaders. Di bidang apapun, dibutuhkan keterampilan untuk memimpin dalam perkembangan peradaban. Kegiatan ini menjadi kolaborasi antara kampus, IKA, calon alumni, untuk membangun talenta unggul.

Pada kegiatan kolaborasi ini, dilakukan juga Penandatangan MoU antara KADIN, ABADI, IKA UMS, dan UMS. MoU tersebut ditujukan agar calon alumni nanti sudah punya lembaga hub internasional di beberapa negara yang membutuhkan tenaga-tenaga terampil yang tidak hanya sebagai Tenaga Kerja Wanita atau Tenaga Kerja Indonesia.

Sesi pertama Ultimate Talk Series 3, narasumber yang hadir adalah Prof. Dr. Abdul Kadir, Ph.D., sp.THT-KL(K)., M.ARS (Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan), Mira Sonia (Ketua Umum Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia atau ABADI), Subchan Gatot (Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan), Iftida Yasar (Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan), Yoris Rusamsi (Wakil Ketua ABADI) dan Eko Wasono (Pengurus Bidang Hubungan Antar Lembaga ABADI). (Maysali/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta