UMS Perkuat Tata Kelola Lazismu Pakistan melalui Penguatan Kelembagaan

ums.ac.id, SURAKARTA – Pengurus Lazismu Pakistan mengikuti kegiatan penguatan kelembagaan yang menghadirkan Wakil Dekan III Bidang Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi, HaKI, Reputasi, Kemitraan, Urusan Internasional, Pusat Studi, dan Alumni Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Fauzul Hanif Noor Athief, Lc., M.Sc. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengurus dalam mengelola lembaga zakat secara profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan tersebut, para pengurus memperoleh penguatan mengenai tata kelola Lazismu yang transparan sehingga memiliki acuan yang lebih jelas dalam menjalankan fungsi perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program. Penguatan kelembagaan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan Lazismu kepada masyarakat, khususnya para mustahik.

Dalam pemaparannya, Fauzul Hanif Noor Athief menegaskan bahwa Lazismu tidak hanya berperan sebagai lembaga penghimpun dan penyalur zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan umat yang harus dikelola secara amanah dan profesional.

“Penguatan pengurus menjadi kunci agar Lazismu mampu menjalankan peran strategisnya dalam menjawab persoalan umat secara berkelanjutan,” ujar Dosen FAI UMS itu, Rabu, (5/8/2026).

Ia menjelaskan, tata kelola kelembagaan yang baik menjadi fondasi penting bagi Lazismu untuk menjaga akuntabilitas, transparansi, serta memastikan setiap program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Salah satu pengurus Lazismu Pakistan mengaku kegiatan tersebut memberikan wawasan sekaligus panduan praktis dalam menjalankan amanah organisasi.

“Melalui kegiatan ini, kami menjadi lebih memahami peran dan tanggung jawab pengurus Lazismu, terutama dalam menjaga akuntabilitas dan menyusun program yang tepat sasaran bagi mustahik,” ungkapnya.

Kegiatan penguatan kelembagaan ini, lanjutnya, menjadi bagian dari komitmen Lazismu Pakistan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengurus sekaligus memperkuat sistem pengelolaan zakat, infak, dan sedekah sesuai dengan nilai-nilai Muhammadiyah.

“Dengan kapasitas kelembagaan yang semakin baik, Lazismu diharapkan mampu menghadirkan program-program pemberdayaan yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkasnya. (Fika/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta