UMS Perkuat Tata Kelola melalui Manajemen Risiko di Era Disrupsi Digital

ums.ac.id, SURAKARTAUniversitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) sebagai bagian dari evaluasi capaian sekaligus penyusunan arah pengembangan universitas tahun 2026–2027.

Kegiatan tersebut diikuti jajaran pimpinan UMS, mulai dari rektorat, dekan, kepala biro, ketua lembaga, kepala badan, wakil dekan, ketua program studi hingga pimpinan unit. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Muhammad Syafii, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS, Selasa (18/8/2026).

Salah satu materi dalam rangkaian kegiatan tersebut disampaikan Wakil Ketua III Majelis Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Mahmud Sholihin, Ph.D., melalui pemaparan bertajuk Manajemen Risiko PTMA di Era Disrupsi Digital. Materi tersebut menekankan pentingnya manajemen risiko bagi perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) dalam menghadapi perubahan lingkungan pendidikan tinggi yang semakin dinamis.

Dalam pemaparannya, Mahmud menyoroti pentingnya perguruan tinggi memiliki kemampuan untuk mengenali, mengukur, dan mengelola berbagai risiko yang dapat memengaruhi keberlangsungan serta pencapaian sasaran institusi. Manajemen risiko menjadi bagian penting agar perguruan tinggi tidak hanya mampu merespons persoalan setelah terjadi, tetapi juga membangun kesiapan dalam menghadapi berbagai perubahan.

“Disrupsi digital membawa perubahan terhadap berbagai aspek pengelolaan perguruan tinggi, mulai dari proses akademik, tata kelola, produktivitas riset, hingga tuntutan terhadap daya saing institusi. Karena itu, pengelolaan risiko perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu dan pengembangan institusi,” ujarnya.

Salah satu gambaran yang disampaikan dalam materi adalah perkembangan produktivitas publikasi ilmiah di lingkungan PTMA. Data per 14 Juli 2026 menunjukkan UMS memiliki 3.752 dokumen terindeks Scopus dengan 917 author SINTA, dan menghasilkan rasio produktivitas sebesar 4,09 dokumen per author. Angka tersebut menempatkan UMS di posisi ketiga dalam daftar 20 PTMA unggul berdasarkan rasio produktivitas, setelah UMY dan UAD.

“Data tersebut menjadi salah satu konteks untuk melihat pentingnya pengelolaan risiko dalam mempertahankan dan meningkatkan produktivitas perguruan tinggi. Capaian institusi perlu dibaca bersama berbagai faktor yang dapat mendukung maupun menghambat pencapaian target strategis,” paparnya.

Ia juga menampilkan perkembangan posisi PTMA dalam berbagai pemeringkatan global sebagai gambaran dinamika daya saing perguruan tinggi. Dalam QS Asia University Rankings (AUR) 2026, UMS berada pada peringkat 762 Asia.

Sementara itu, rekap pemeringkatan global 2026 menunjukkan UMS berada pada peringkat 762 Asia dalam QS AUR 2026, peringkat 1.401–1.500 dalam QS Sustainability 2026, serta 401–600 dunia dalam Times Higher Education Sustainability Impact Rankings (THE SIR) 2026. Materi tersebut juga mencatat UMS sebagai PTMA dengan peringkat tertinggi dalam THE SIR 2026.

Berbagai capaian tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi berada dalam lingkungan yang menuntut peningkatan kinerja secara berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, manajemen risiko dapat menjadi instrumen strategis untuk memastikan berbagai sasaran institusi tetap dapat dicapai di tengah perubahan dan ketidakpastian.

Penerapan manajemen risiko juga relevan dengan pelaksanaan RTM dan Rakerpim UMS. Evaluasi terhadap capaian universitas dapat menjadi dasar untuk mengidentifikasi berbagai potensi risiko sekaligus menentukan langkah strategis dalam penyusunan arah pengembangan universitas pada tahun 2026–2027.

Dengan penguatan manajemen risiko, setiap unsur pimpinan diharapkan memiliki perspektif yang lebih sistematis dalam membaca tantangan, menentukan prioritas, serta mengambil keputusan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya UMS menjaga mutu, memperkuat tata kelola, dan meningkatkan daya saing universitas secara berkelanjutan. (Fika/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta