Halaqah Akbar di Masjid Sheikh Zayed: Cara SD Muhammadiyah Palur Cetak Generasi Qurani

ums.ac.id, SOLO – Suasana religius yang kental menyelimuti kemegahan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo pada Kamis, 23 April 2026. Sebanyak 216 siswa dari kelas 1 hingga 3 program reguler SD Muhammadiyah Palur sukses menyelenggarakan agenda bertajuk “Halaqah Akbar: Qur’an Bin Nadhor”. Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah misi spiritual untuk mengkhatamkan Al-Qur’an 30 juz secara berjamaah di salah satu ikon wisata religi terbesar di Indonesia tersebut.

Rombongan yang antusias ini berangkat dari sekolah dengan menggunakan tiga unit bus. Setibanya di pelataran masjid yang terinspirasi dari arsitektur Abu Dhabi itu, para siswa langsung mengawali rangkaian kegiatan dengan melaksanakan shalat dhuha berjamaah. Gema lantunan Asmaul Husna kemudian memenuhi ruang utama masjid, menciptakan atmosfer yang syahdu dan menenangkan sebelum memasuki inti acara.

Metode khataman dalam Halaqah Akbar ini dirancang secara sistematis agar efektif bagi siswa sekolah dasar. Panitia membagi seluruh peserta ke dalam 30 kelompok kecil. Nur Laili Fauzi, selaku koordinator kegiatan, menjelaskan bahwa setiap kelompok yang terdiri dari tujuh anak dengan satu pendamping bertanggung jawab untuk menyelesaikan pembacaan satu juz Al-Qur’an.

BACA JUGA: Perkuat Branding Sekolah, Humas UMS Dampingi SD Muhammadiyah Palur Kelola Konten Digital

Melalui pembagian tugas yang rapi ini, prosesi khataman 30 juz berhasil diselesaikan dengan lancar. Para siswa tampak sangat antusias mengikuti setiap ayat yang dibaca, menunjukkan progres literasi Al-Qur’an yang luar biasa untuk usia mereka.

Menurut Nur Laili Fauzi, agenda ini memiliki dimensi yang lebih dalam daripada sekadar rutinitas membaca teks suci. Ia menekankan bahwa tujuan utama kegiatan adalah memperlancar bacaan Al-Qur’an anak-anak sejak dini agar menjadi kebiasaan yang melekat.

“Harapannya mereka mampu memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jadi tidak cuma dilafalkan, tetapi menjadi kegiatan yang rutin dan istiqomah, baik di sekolah maupun di rumah,” tutur Nur Laili Fauzi.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa Halaqah Akbar ini merupakan instrumen penting dalam pembentukan karakter siswa. Selain bertujuan mencetak generasi muslim dengan akhlak mulia, kegiatan ini dibangun untuk mempererat rasa kebersamaan. Nur Laili Fauzi menilai bahwa aktivitas kolektif seperti ini mampu memperkuat ikatan ukhuwah serta menjadi ajang saling memotivasi di antara para pelajar.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan keberkahan, khususnya bagi keluarga besar SD Muhammadiyah Palur dan masyarakat luas pada umumnya,” tambahnya.

Sebagai puncak acara, suasana masjid berubah menjadi penuh haru saat doa Khotmil Qur’an dipanjatkan dengan khusyuk. Seluruh siswa dan dewan guru kemudian melantunkan Senandung Al-Qur’an secara serempak. Momen emosional ini menjadi simbol kecintaan mendalam para generasi muda terhadap kitab suci, sekaligus menutup rangkaian Halaqah Akbar dengan kenangan religius yang membekas.

Kontributor: Choerul Anam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta