Transformasi Pembelajaran PAI: Siswa SD Muhammadiyah 1 Surakarta Makin Antusias Belajar dengan Layar Sentuh IFP

ums.ac.id, SOLO – Pemanfaatan teknologi mutakhir di dunia pendidikan terus berkembang pesat guna menciptakan suasana kelas yang dinamis. Salah satunya terlihat di SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, di mana penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) sukses mendorong terciptanya pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan menggembirakan bagi para siswa, Rabu (22/4/2026).

Integrasi teknologi seperti IFP dalam proses belajar mengajar kini menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan dukungan perangkat layar sentuh yang canggih, peserta didik diharapkan tidak hanya sekadar memahami materi secara teoretis, tetapi juga mampu lebih aktif dan mandiri dalam mengeksplorasi ilmu pengetahuan.

Inovasi ini dipraktikkan langsung oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Dwi Jatmiko, M.Pd., di kelas III. Dalam sesi pembelajaran tersebut, Jatmiko mengombinasikan alat peraga manual dengan kecanggihan layar sentuh IFP untuk membedah makna QS At-Tin. Materi tersebut mencakup penjelasan mendalam mengenai proses penciptaan manusia serta pentingnya menjaga iman dan amal saleh.

Jatmiko mengungkapkan bahwa penggunaan media visual yang kuat sangat memengaruhi fokus siswa. Menurutnya, anak-anak mengaku jauh lebih antusias belajar PAI dan Bahasa Arab karena materi disajikan melalui grafis yang menarik dan fitur interaktif yang tersedia di layar tersebut.

“IFP memudahkan guru, baik guru kelas maupun guru mata pelajaran, untuk mengakses berbagai sumber belajar hanya dalam satu perangkat. Mulai dari video edukasi, simulasi, hingga materi presentasi yang sudah terintegrasi secara digital,” jelas Jatmiko.

Lebih lanjut, penggunaan IFP juga mendukung penguatan pendidikan karakter. Nilai-nilai religius dan norma kehidupan sehari-hari, seperti kejujuran, kedisiplinan, serta tanggung jawab, disampaikan melalui aktivitas langsung di depan layar. Jatmiko menambahkan bahwa pembelajaran PAI dengan media IFP mampu meningkatkan pemahaman sekaligus keterlibatan emosional siswa dalam pembentukan karakter.

Keunggulan lain dari perangkat ini adalah fitur multitouch yang memungkinkan siswa menyentuh, menulis, atau menggeser objek langsung di layar. Interaksi fisik ini menciptakan pengalaman belajar yang tak terlupakan. Menariknya, Jatmiko membeberkan bahwa terkadang para siswa lebih cepat memahami fitur-fitur baru atau tren permainan edukasi di IFP dan tak ragu untuk mengusulkan metode baru kepada guru untuk dicoba bersama di kelas.

Salah satu siswa kelas 3D, Arsakha Zakir Alghifari, merasa sangat terbantu dengan kehadiran teknologi ini. Ia mengaku suasana kelas menjadi lebih hidup dan tidak membosankan.

“Belajar dengan IFP itu lebih menyenangkan. Gambarnya bagus dan sangat membantu saya saat menjawab soal-soal PAI dan Bahasa Arab,” ungkap Arsakha dengan ceria.

Dengan penerapan teknologi yang tepat guna, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta terus mengukuhkan posisinya sebagai sekolah model yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus tetap teguh dalam menanamkan nilai-nilai spiritual kepada generasi muda.

Kontributor: Dwi Jatmiko, M.Pd.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta