Tim KKN MAs 113 Tekankan Pentingnya Mengetahui Takaran Garam dalam Konsumsi

Tulisan dari Tim KKN MAs 2024 tidak mewakili pandangan dari redaksi News UMS

KARANGANYAR, 20 AGUSTUS 2024 – Garam sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dunia, tak terkecuali masyarakat Indonesia. Garam menjadi salah satu bahan yang banyak digunakan dalam kehidupan manusia, salah satunya dalam konsumsi sehari-hari. Bumbu dapur ini mampu memberikan cita rasa yang lezat dalam masakan.

Namun di sisi lain, garam juga dapat menjadi ancaman bagi manusia. Hal tersebut dapat terjadi saat cara mengkonsumsinya secara salah, salah satunya adalah takaran berlebih. Ini dapat menyebabkan sistem kesehatan manusia terganggu. Bahaya konsumsi garam berlebih sebagaimana dikutip dari situs hellosehat.com biasanya mulai tekanan darah tinggi (hipertensi), stroke, serangan, jantung, sering buang air kecil, masalah pada ginjal, hingga penurunan fungsi otak.

Melihat pentingnya takaran garam yang sesuai untuk konsumsi, kesempatan ini digunakan oleh tim KKN MAs 113 yang saat ini mengabdi di desa Ploso, kabupaten Karanganyar. Tim KKN pada 20 Agustus melakukan penyuluhan di posyandu yang berlokasi di dusun Mitir, desa Ploso. Kegiatan penyuluhan ini dihadiri oleh para orang tua (ibu) beserta ibu bidan yang bertugas.

Dalam kegiatan penyuluhan ini, tim KKN menekankan kepada peserta yang hadir untuk benar-benar memperhatikan asupan garam yang sehat agar terhindar dari berbagai penyakit. Tim KKN juga menjelaskan bagaimana aturan penggunaan garam yang tepat dalam masakan hingga menjelaskan dampak buruk apabila konsumsi garam berlebih.

Untuk diketahui, desa Ploso adalah salah satu desa dengan jumlah anak penderita stunting yang terbilang tinggi. Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah bahkan menanggulangi hal ini. Stunting dapat mempengaruhi banyak aspek tumbuh kembang anak secara negatif, seperti fungsi otak. Hal ini dapat menjadi lebih parah bila konsumsi garam tidak diatur sesuai takarannya.

Diharapkan melalui kegiatan ini angka stunting dapat menurun sehingga generasi yang akan datang menjadi sehat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta