UMS Dorong Mahasiswa Farmasi Menjadi Lulusan Adaptif dan Berdaya Saing Global

ums.ac.id, SURAKARTA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama mahasiswa Farmasi angkatan 2024 menyelenggarakan kegiatan Insight Future Career. Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen BEM Fakultas Farmasi UMS dalam mendukung pengembangan soft skills dan kesiapan karier mahasiswa, serta menjadi wadah inspiratif bagi mahasiswa untuk memperoleh gambaran mengenai prospek dan tantangan karir di bidang farmasi pada masa depan.

Wakil Dekan III Fakultas Farmasi UMS Peni Indrayudha, S.F, M.Biotech, Apt, Ph.D., menyatakan bahwa kegiatan ini dapat menjadi sumber motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik. Menurutnya, kegiatan ini sebagai ajang untuk membuka wawasan mahasiswa mengenai beragam peluang karier yang tersedia, serta mendorong lahirnya generasi farmasis yang inovatif, adaptif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Kami berupaya untuk mewadahi dan mendukung mahasiswa farmasi untuk meningkatkan soft skill sebagai bekal kariernya di masa yang akan datang,” ujarnya, Jumat (26/06/2026).

Dalam sesi pemaparan materi, BEM Fakultas Farmasi menghadirkan narasumber praktisi industri, yaitu Bayu Setiyadi, CEO Likuid Group. Dalam pemaparannya, Bayu menekankan pentingnya kemampuan adaptasi, penguasaan teknologi, jiwa kepemimpinan, serta kemampuan komunikasi yang baik sebagai bekal utama bagi mahasiswa farmasi dalam membangun karier yang kompetitif.

“Kemampuan komunikasi dan penguasaan teknologi menjadi bekal utama yang harus disiapkan dalam menghadapi persaingan dunia kerja di masa yang akan datang,” jelasnya di hadapan para mahasiswa, Minggu (14/6/2026) di Ruang Apoteker Fakultas Farmasi UMS.

Bayu juga memperkenalkan berbagai pilihan profesi yang dapat ditekuni oleh lulusan farmasi. Tidak hanya sebagai apoteker di layanan kesehatan, lulusan farmasi juga dapat berkecimpung di industri farmasi, industri alat kesehatan, riset, regulatori, kewirausahaan, hingga sektor bisnis dan manajemen.

“Mahasiswa lulusan farmasi tidak harus menjadi seorang apoteker, banyak peluang pekerjaan yang linier dan harus kalian eksplor,” tambahnya.

Bayu membagikan pengalaman perjalanan kariernya hingga berhasil memimpin Likuid Group sebagai salah satu perusahaan alat kesehatan yang berkembang di Indonesia.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang acara berlangsung. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi terkait berbagai pandangan mengenai tantangan yang akan dihadapi dunia farmasi di era transformasi digital.

Insight Future Career 2026 yang digawangi oleh BEM Fakultas Farmasi UMS menjadi upaya dalam menghadirkan program-program kemahasiswaan yang relevan dengan kebutuhan zaman, sekaligus mendukung mahasiswa dalam merancang masa depan karier yang lebih terarah dan berkelanjutan. (Affiq/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta