ums.ac.id, SURAKARTA – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak calon pendidik berkualitas melalui penyelenggaraan Lomba Microteaching pada ajang Annual Innovation on Learning and Education Competition (AILEC) 2026. Kompetisi ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan mengajar sekaligus menunjukkan inovasi dalam praktik pembelajaran.
Lomba Microteaching merupakan salah satu kategori utama dalam AILEC 2026 yang dirancang untuk mengukur kesiapan mahasiswa sebagai calon guru profesional. Peserta ditantang menampilkan kemampuan dalam merancang pembelajaran, menguasai materi, menerapkan strategi pedagogik, berkomunikasi secara efektif, hingga menyusun pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era saat ini.
Ketua Panitia AILEC 2026, Dias Aziz Pramudita, S.Pd., M.Cs., mengatakan bahwa kompetisi ini tidak semata-mata bertujuan mencari pemenang, tetapi juga menjadi media pembinaan kompetensi bagi mahasiswa calon guru.
“Microteaching menjadi salah satu instrumen penting untuk melihat kesiapan mahasiswa dalam mengelola pembelajaran. Melalui AILEC, kami ingin menghadirkan ruang kompetitif yang sehat, edukatif, dan mendorong mahasiswa untuk semakin percaya diri sebagai calon pendidik profesional,” ujarnya, Selasa, (30/6/2026).
Tahun ini, kompetisi diikuti oleh 51 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Mereka berasal dari Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Negeri Malang, Universitas Tanjungpura, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Muhammadiyah Cirebon, Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas PGRI Semarang, Universitas Terbuka, serta sejumlah perguruan tinggi lainnya.
Proses penilaian dilaksanakan dalam dua tahap, yakni tahap pertama pada 16–23 Juni 2026 dan tahap kedua pada 24-27 Juni 2026. Dewan juri melakukan penilaian berdasarkan kualitas perangkat pembelajaran, performa video pembelajaran, penguasaan materi, strategi penyampaian, serta kesesuaian praktik mengajar dengan prinsip pembelajaran yang efektif.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Juara 1 Lomba Microteaching AILEC 2026 diraih oleh Ulfah Nur Azizzah dari Universitas Negeri Surabaya. Juara 2 diraih oleh Alda Putri Macelly dari Universitas PGRI Semarang, sedangkan Juara 3 berhasil diraih oleh Yulistiya Rizki Sholihah dari Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Selain tiga juara utama, panitia juga menetapkan para pemenang kategori Juara Harapan. Juara Harapan 1 diraih oleh Aura Trisstan Safinnajaa dari Universitas Muhammadiyah Cirebon, Juara Harapan 2 oleh Zavvira Sabrinna Al Qatthi dari Universitas Muhammadiyah Cirebon, dan Juara Harapan 3 oleh Ivan dari Universitas Tanjungpura.
Para pemenang dinilai mampu menampilkan praktik pembelajaran yang terstruktur, komunikatif, dan inovatif. Penampilan mereka menunjukkan kesiapan calon pendidik dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21 yang menuntut penguasaan materi, kompetensi pedagogik, kreativitas, serta kemampuan komunikasi yang baik.
Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., mengapresiasi tingginya antusiasme peserta dari berbagai perguruan tinggi. Menurutnya, AILEC merupakan bagian dari upaya FKIP UMS membangun ekosistem akademik yang kompetitif, inovatif, dan kolaboratif.
“Kami berharap AILEC dapat menjadi wadah pengembangan talenta mahasiswa, khususnya dalam bidang pendidikan dan pembelajaran. Kompetisi seperti ini penting untuk melatih mahasiswa agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam praktik pembelajaran yang nyata,” ungkapnya.
Melalui penyelenggaraan AILEC 2026, lanjutnya, FKIP UMS berharap kompetisi ini terus berkembang menjadi agenda tahunan yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk saling belajar, berkompetisi secara sehat, serta membangun jejaring akademik dalam upaya bersama meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. (Fika/Humas)




