ums.ac.id, SURAKARTA -Mahasiswa Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melakukan penyuluhan Kesehatan dan skrining risiko jatuh pada lanjut usia (lansia) dengan tema “Melangkah Aman Tanpa Takut Jatuh Bersama Lansia” dilaksanakan pada Sabtu, (18/7/2026), di Posyandu Lansia Ngudi Waras VII, Sonorejo, Sukoharjo.
Dwi Rosella Komalasari, Ftr., M.Fis., PhD., selaku dosen pembimbing menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai salah satu bentuk upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesehatan lansia,
“Kegiatan ini diselenggarakan sebagai salah satu bentuk upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesehatan lansia khususnya dalam mencegah risiko jatuh melalui deteksi dini gangguan keseimbangan serta pemberian edukasi mengenai latihan keseimbangan,” ujarnya, Rabu, (19/8/2026).
Pelaksanaan kegiatan melibatkan mahasiswa Profesi Fisioterapis sebagai panitia bekerja sama dengan bidan desa dan kader Posyandu Lansia Ngudi Waras VII. Sejumlah 34 lansia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias.

Peserta memperoleh kartu pemeriksaan kesehatan yang dibagikan oleh panitia mahasiswa sebagai media pencatatan seluruh hasil pemeriksaan selama kegiatan berlangsung.
“Pembagian kartu ini bertujuan agar setiap peserta memiliki dokumentasi kondisi kesehatannya secara lengkap sehingga dapat digunakan sebagai bahan pemantauan kesehatan di kemudian hari,” kata Dwi Rosella.
Rangkaian pemeriksaan kesehatan diawali dengan pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, serta antropometri berupa tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut. Seluruh hasil pemeriksaan dicatat pada kartu kesehatan peserta sebagai gambaran kondisi awal lansia sekaligus dasar pemberian edukasi kesehatan.
Selanjutnya, peserta menjalani skrining keseimbangan menggunakan Timed Up and Go (TUG) Test untuk menilai mobilitas fungsional dan mengidentifikasi risiko jatuh pada lansia. Dalam pemeriksaan ini, peserta diminta menyelesaikan lintasan sepanjang 3 meter yang telah ditandai. Hasil TUG dapat memberikan gambaran kemampuan lansia dalam berdiri, berjalan, berbalik arah, dan kembali duduk, sehingga membantu mengetahui tingkat mobilitas serta potensi risiko jatuh pada peserta.
Wulan Adis Aranti, S.Kes., M.KM., yang juga selaku dosen pembimbing menjelaskan bahwa pelaksanaan TUG Test berlangsung dengan tertib dan mendapat respons yang sangat positif dari peserta.
“Sebagian besar peserta terlihat antusias karena belum pernah mengikuti pemeriksaan keseimbangan ini sebelumnya. Selain memberikan pengalaman baru, pemeriksaan tersebut juga membantu peserta memahami pentingnya menjaga keseimbangan tubuh sebagai salah satu upaya pencegahan jatuh pada usia lanjut. Mahasiswa Profesi Fisioterapis turut mendampingi peserta selama pelaksanaan tes untuk memastikan keamanan serta memberikan instruksi yang mudah dipahami,” ungkapnya.
Setelah pemeriksaan keseimbangan, peserta beristirahat sebelum mengikuti pre-test untuk mengukur pengetahuan awal terkait keseimbangan tubuh, faktor risiko jatuh, dan upaya pencegahannya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan oleh mahasiswa Profesi Fisioterapis, Navito Virgiosa Akhmur, menggunakan booklet yang memuat materi tentang gangguan keseimbangan pada lansia, faktor risiko jatuh, latihan sederhana untuk meningkatkan keseimbangan, serta panduan melakukan latihan secara aman.
Kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan Timed Up and Go (TUG) Test mendapat respons positif dari peserta. Bidan pengelola Posyandu Lansia, dr. Kunari Mahanani, menilai materi yang disampaikan mudah dipahami dan peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias.
“Saya berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkala melalui kerja sama antara mahasiswa fisioterapi, posyandu, dan puskesmas untuk mendukung lansia tetap sehat, aktif, dan mandiri,” harap Kunari. (Adi/Humas)




