Baitul Arqam Dosen UMS Perkuat Ideologi Persyarikatan untuk Dukung Transformasi Berkemajuan

ums.ac.id, SURAKARTAUniversitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyelenggarakan baitul arqam bagi dosen sebagai bagian dari penguatan ideologi dan kaderisasi Persyarikatan Muhammadiyah. Kegiatan yang menjadi putaran terakhir penyelenggaraan baitul arqam dosen tahun akademik 2025-2026 ini digelar pada Kamis-Sabtu (2-4/7/2026) di Aula Pondok Pesantren At-Taqwa Miri, Sragen, dengan mengusung tema “Penguatan Ideologi Persyarikatan untuk Mendukung Transformasi Progresif Berkemajuan.”

Sebanyak 39 dosen UMS mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari komitmen universitas dalam membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kader Muhammadiyah yang kuat.

Dalam laporannya, Kepala Bidang Kaderisasi, Pembinaan Organisasi Otonom (Ortom), dan Beasiswa Kader Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) UMS, Azizah Fatmawati, M.Cs., S.T., menyampaikan bahwa pelaksanaan baitul arqam kali ini merupakan putaran terakhir untuk periode 2025 – 2026.

“Alhamdulillah, Baitul Arqam dosen kali ini diikuti oleh 39 dosen. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Pondok Pesantren At-Taqwa Miri dan PDM Sragen yang telah memfasilitasi tempat yang sangat baik dan nyaman sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan lancar,” ungkapnya, Kamis (2/7/2026).

Sementara itu, Sukono, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Miri, Sragen, menyampaikan rasa bangga karena amal usaha Muhammadiyah (AUM) di wilayahnya dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan baitul arqam UMS.

“Kami merasa bangga karena AUM kami dipercaya oleh UMS. Semoga ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjadi kader yang Islami dan militan. Kami juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti baitul arqam ini dengan penuh semangat, riang, dan gembira,” tuturnya.

Ketua LP3A UMS, Bambang Sukoco, S.H., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa baitul arqam merupakan ruang pembelajaran yang mengajarkan nilai-nilai kesetaraan di lingkungan Persyarikatan.

“Di baitul arqam diajarkan rasa kesetaraan. Tidak ada perbedaan antara rektor, dosen, maupun tenaga kependidikan. Kita semua berada dalam almamater yang sama dengan tujuan memajukan Muhammadiyah,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap kader Muhammadiyah dituntut untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat dan Persyarikatan.

“Kita harus memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat maupun Persyarikatan. Kita dididik menjadi kader yang aktif bersosial, bukan menjadi pribadi yang asosial,” tambah Bambang.

Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi penyerahan peserta kepada para musyrif dan fasilitator yang akan mendampingi seluruh rangkaian pembinaan selama baitul arqam berlangsung.

Secara resmi, kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor IV UMS, Prof. Dr. dr. Em Sutrisna, M.Kes., yang pada kesempatan tersebut menyampaikan materi bertajuk “Sinergi PTM dengan Cabang dan Ranting Muhammadiyah (Membangun Konektivitas antara Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Cabang-Ranting untuk Penguatan Dakwah dan Kaderisasi).”

Dalam arahannya, Em Sutrisna mengajak seluruh peserta untuk memandang baitul arqam sebagai investasi bagi masa depan persyarikatan, bukan sekadar agenda formal.

“Jangan jadikan baitul arqam ini sebagai beban, tetapi jadikan sebagai bekal untuk masa depan Muhammadiyah,” pesannya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan dosen dan tenaga kependidikan dalam aktivitas persyarikatan di tingkat cabang dan ranting.

“Jangan sampai sumber daya manusia kita hanya terpatok pada UMS saja. Kita harus mampu turun ke cabang dan ranting. Karena semangat kita adalah one dosen, one tendik, one AUM, one persyarikatan. Dengan demikian, kontribusi kita tidak hanya untuk kampus, tetapi juga untuk memperkuat dakwah dan kaderisasi Muhammadiyah di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Melalui penyelenggaraan baitul arqam, UMS terus memperkuat komitmennya dalam mencetak dosen yang tidak hanya profesional di bidang akademik, tetapi juga memiliki ideologi persyarikatan yang kokoh, sehingga mampu menjadi motor penggerak transformasi Muhammadiyah yang progresif dan berkemajuan. (Adi/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta