BHP UMS Menjajaki Jejaring Global bersama 8 Universitas di Malaysia

Suasana pembahasan kerja sama antara UMS dengan APU di bidang riset.

ums.ac.id, SURAKARTA – Biro Humas dan Pemeringkatan (BHP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengoptimalkan strategi pemeringkatan kampus. Kunjungan kerja ke delapan universitas terkemuka di Malaysia pada 13–17 Januari 2025 menjadi momentum penting untuk membangun kolaborasi strategis di bidang riset, serta belajar manajemen pemeringkatan QS (Quacquarelli Symonds).

Delegasi BHP UMS yang dipimpin oleh Wakil Rektor V UMS Bidang Kerja Sama dan Urusan Internasional Prof. Supriyono, S.T., M.T., Ph.D. mengunjungi Universiti Malaya (UM), Asia Pacific University (APU), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Universiti Teknologi Petronas (UTP), Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Cyberjaya University, Taylor’s University, dan Multimedia University (MMU).

“Sesuai tujuan awal, UMS ingin meningkatkan reputasi akademik di QS World University Rankings, sehingga harapannya reputasi akademik UMS bisa naik di QS 2026 mendatang,” ujar Supriyono melalui wawancara daring, Jumat (17/1) siang.

Foto bersama delegasi BHP UMS dengan delegasi APU Malaysia, Senin (13/1/2025).

Supriyono menjelaskan kunjungan Malaysia sendiri terbagi menjadi dua fokus. Pertama, memperdalam pemahaman tentang strategi pemeringkatan QS. Kedua, membangun kolaborasi riset strategis.

Dihubungi terpisah, Ayu Khoirotul Umaroh, S.K.M., M.K.M. selaku Rankings Strategist BHP UMS menambahkan, kunjungan bertajuk “Malaysia Academic Tour” ini menjadi kesempatan UMS untuk membangun jejaring akademik yang lebih kuat.

“Delapan universitas yang kami kunjungi di Malaysia itu semua unggul dalam pengelolaan reputasi akademik, yang menjadi poin penting dalam pemeringkatan QS. Hal inilah yang ingin kami pelajari dan adaptasi untuk UMS,” kata Ayu via Zoom Meeting, Rabu (15/1) malam.

Selain belajar tentang QS, delegasi BHP UMS berhasil menjajaki peluang kolaborasi riset yang signifikan. Salah satu hasil konkret adalah kesepakatan awal dengan Asia Pacific University untuk mengajukan proposal riset bersama dalam skema pendanaan MIGHT-BRIN.

Kolaborasi lain juga dijajaki dengan Taylor’s University, khususnya di bidang ilmu kesehatan. Namun, tahap awal kerja sama ini membutuhkan penyelesaian Memorandum of Understanding (MoU).

“Kami sudah mendapatkan lampu hijau dari pihak Taylor’s University. Sekarang tinggal menyelesaikan MoU agar kerja sama formal dapat segera dimulai,” kata Ayu.

Sementara itu, Universiti Kebangsaan Malaysia dan Universiti Malaya menunjukkan antusiasme untuk melanjutkan diskusi melalui pertemuan daring.

“Mereka meminta kami untuk menyusun daftar bidang riset yang relevan dan langsung membahasnya dalam pertemuan lanjutan. Ini menunjukkan bahwa mereka sangat terbuka dan serius dalam membangun kerja sama dengan UMS,” imbuhnya.

Di Universiti Teknologi Petronas, delegasi BHP UMS fokus membahas proyek lanjutan tentang pengembangan aplikasi VR untuk kebutuhan simulasi haji dan umrah. Projek yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan umat Muslim di Indonesia.

Menurut pemaparan Ayu, Petronas memiliki sejarah panjang dengan UMS. Mereka pernah mementori UMS dalam proyek action lab di tahun 2022.

“Selama kunjungan, kami bertemu langsung dengan para kepala riset, dekan, hingga wakil rektor di universitas-universitas tersebut. Diskusinya sangat spesifik dan mendalam, sehingga kami bisa langsung menyusun langkah tindak lanjut yang konkret,” kata Ayu antusias.

Kunjungan ini jadi salah satu perwujudan serius UMS mengintegrasikan visi internasionalisasi ke dalam strategi akademiknya. Ke depannya, UMS diharapkan mampu meningkatkan posisinya dalam pemeringkatan QS dan memperkuat daya saing di kancah global. (Genis/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta