UMS Perkuat Kemandirian Siswa Difabel lewat Pelatihan Fotografi Produk Digital

ums.ac.id, SURAKARTAUniversitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas melalui pengembangan keterampilan digital yang aplikatif. Salah satu upaya tersebut diwujudkan oleh Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) UMS melalui program ‘Difabel Berwirausaha: Edukasi Kewirausahaan Digital Berbasis Pengalaman dengan Piktogram’ yang membekali siswa SLB Anugerah Karanganyar dengan kemampuan fotografi produk untuk pemasaran digital.

Program tersebut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa UMS dalam menyiapkan siswa berkebutuhan khusus agar memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan ekonomi digital. Keterampilan mendokumentasikan produk dinilai menjadi salah satu bekal penting untuk meningkatkan daya saing produk di marketplace.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin mengenalkan kepada siswa bahwa sebuah produk bisa dijual di marketplace dengan foto kemasan yang menarik, sehingga calon customer tertarik untuk melihat dan membeli produk yang dijual. Dokumentasi foto produk menjadi media yang dapat dipelajari oleh siswa secara mandiri agar produk mereka dapat menarik calon customer di marketplace,” ujar Salah satu anggota tim PKM-PM UMS, Fadhel Muhammad Jauhari, saat diwawancarai pada Jumat, (31/7/2026).

Tak sendiri, Fadhel menjalankan program itu bersama Keisya Zahfarina Dermawan, Aqila Hasna, Kama Setya Dwi Dzaka, dan Dwi Rahmawati sebagai Ketua Tim PKM-PM UMS. Mereka menghadirkan pelatihan berbasis praktik yang memungkinkan peserta belajar secara langsung menggunakan telepon genggam maupun kamera digital. Kegiatan tersebut didampingi oleh dosen pembimbing Ika Candra Sayekti, S.Pd., M.Pd.

Dalam pelaksanaannya, Fadhel menerangkan bahwa siswa diperkenalkan pada teknik dasar fotografi produk, mulai dari pengaturan pencahayaan, menentukan sudut pengambilan gambar, hingga menata produk agar menghasilkan foto yang menarik dan memiliki nilai jual.

Pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) diterapkan agar setiap peserta memperoleh kesempatan mempraktikkan materi secara langsung.

“Melalui metode tersebut, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga menghasilkan foto produk yang siap dimanfaatkan sebagai media promosi,” jelas Fadhel.

Selama pelaksanaan program, antusiasme peserta terlihat selama sesi praktik berlangsung. Dengan pendampingan mahasiswa UMS, siswa belajar memanfaatkan pencahayaan alami, memilih latar belakang sederhana, serta mengevaluasi hasil foto untuk mengetahui karakteristik visual yang lebih menarik bagi calon konsumen.

Dosen pembimbing, Ika Candra Sayekti, menerangkan bahwa penguatan keterampilan digital bagi penyandang disabilitas menjadi salah satu bentuk kontribusi UMS dalam mendukung pendidikan yang inklusif sekaligus memperluas peluang ekonomi bagi kelompok difabel. Bekal tersebut diharapkan dapat membantu siswa lebih siap menghadapi tantangan dunia usaha berbasis teknologi.

“Melalui program PKM-PM ini, UMS tidak hanya menghadirkan inovasi dalam pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk menghasilkan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat,” kata Ika.

Pendampingan yang diberikan, lanjutnya, diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan bagi siswa berkebutuhan khusus.

Kegiatan pelatihan fotografi produk bagi siswa SLB Anugerah Karanganyar telah dilaksanakan pada Selasa, (28/7/2026). Ke depan, keterampilan yang telah diperoleh diharapkan dapat menjadi modal bagi para siswa untuk mengembangkan produk yang lebih kompetitif, meningkatkan daya saing di marketplace, serta mendukung terwujudnya kemandirian berwirausaha berbasis teknologi digital. (Yusuf/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta