ums.ac.id, SURAKARTA – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bekerja sama dengan Puskesmas Polokarto menggelar kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Kegiatan ini diikuti oleh puluhan siswa SMA Muhammadiyah Pondok Pesantren Imam Syuhodo, Polokarto.
Ketua kegiatan Rajwa Majid Salatin menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran generasi muda atas kesehatan sejak dini.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk menerapkan perilaku hidup sehat sejak dini melalui pendekatan promotif dan preventif,” ungkapnya, Rabu, (29/7/2026).
Bertempat di Aula SMA Muhammadiyah Pondok Pesantren Imam Syuhodo, Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, kampanye diikuti siswa kelas XI dan XII, guru, tenaga kependidikan, serta tim kesehatan dari Puskesmas Polokarto. Peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya aktivitas fisik, konsumsi gizi seimbang, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, hingga menghindari perilaku berisiko yang dapat memicu penyakit tidak menular.

Selama penyuluhan, tim kesehatan menggunakan metode interaktif melalui presentasi, video edukatif, diskusi, dan sesi tanya jawab. Pemateri juga mengajak siswa merefleksikan kebiasaan sehari-hari, mulai dari pola sarapan, konsumsi minuman manis, hingga durasi penggunaan gawai yang berpengaruh terhadap kesehatan.
Selain mendukung pelaksanaan kampanye GERMAS, mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis UMS turut memberikan edukasi mengenai pencegahan skoliosis. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan skoliosis, faktor risiko, tanda dan gejala awal, pentingnya deteksi dini, hingga langkah pencegahan melalui penerapan postur tubuh yang benar.
Mahasiswa juga memperagakan Adam’s Forward Bend Test sebagai metode sederhana untuk mendeteksi kelainan bentuk tulang belakang sejak dini. Tidak hanya itu, para siswa diajak mempraktikkan berbagai latihan sederhana, seperti peregangan otot punggung, latihan penguatan otot inti (core stability), serta latihan postur duduk dan berdiri yang benar.
Rajwa Majid Salatin, mewakili rekan mahasiswa Profesi Fisioterapis UMS mengaku bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga karena dapat mengaplikasikan ilmu secara langsung di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami semua belajar bahwa peran fisioterapis tidak hanya berada di rumah sakit atau klinik, tetapi juga melalui upaya promotif dan preventif di masyarakat. Edukasi kesehatan yang komunikatif mampu meningkatkan pemahaman siswa untuk menerapkan gaya hidup sehat sejak usia remaja,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi antara tenaga kesehatan, sekolah, dan perguruan tinggi dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar budaya hidup sehat semakin mengakar di lingkungan pendidikan.
Melalui Kampanye GERMAS ini, para siswa diharapkan tidak hanya memahami pentingnya menjaga kesehatan, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan hidup sehat secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Dengan membiasakan aktivitas fisik, mengonsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan, serta melakukan deteksi dini terhadap berbagai masalah kesehatan, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang sehat, aktif, produktif, sekaligus menjadi agen perubahan dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat.
Dokter Puskesmas Polokarto, dr. Aji Nugroho, menilai sekolah merupakan lingkungan yang strategis untuk membentuk kebiasaan hidup sehat karena sebagian besar waktu remaja dihabiskan di lingkungan pendidikan.
“Sekolah merupakan tempat yang sangat strategis untuk menanamkan budaya hidup sehat. Melalui Kampanye GERMAS ini kami berharap peserta didik tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga mampu mengubahnya menjadi kebiasaan sehari-hari. Apabila perilaku hidup sehat sudah diterapkan sejak usia remaja, maka akan terbentuk generasi yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan pola penyakit di Indonesia yang didominasi penyakit tidak menular, seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan obesitas, menuntut adanya perubahan pendekatan pelayanan kesehatan. Edukasi sejak usia sekolah menjadi langkah penting untuk membangun budaya hidup sehat yang berkelanjutan.
Narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, Suparmi, menambahkan bahwa remaja merupakan kelompok usia yang tepat untuk mendapatkan edukasi kesehatan karena pada masa tersebut kebiasaan hidup seseorang mulai terbentuk.
“Remaja merupakan kelompok usia yang sangat penting untuk mendapatkan edukasi kesehatan karena pada masa inilah kebiasaan hidup seseorang mulai terbentuk. Melalui Kampanye GERMAS, kami berharap para siswa memahami bahwa menjaga kesehatan tidak harus menunggu sakit,” tuturnya.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (14/7/2026) itu mendapat apresiasi dari kepala SMA Muhammadiyah Pondok Pesantren Imam Syuhodo. Ia menegaskan bahwa pembentukan karakter peserta didik tidak hanya melalui prestasi akademik dan akhlak, tetapi juga melalui pembiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada hari ini saja. Apa yang diperoleh para siswa dari penyuluhan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga budaya hidup sehat benar-benar menjadi bagian dari karakter peserta didik,” ungkapnya.
(Adi/Humas)




