Mahasiswa UMS Hadirkan Semangat dan Percaya Diri Anak Down Syndrome Lewat Tari Maumere

ums.ac.id, SURAKARTA — Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menggelar pementasan tari dan gelar karya anak Down Syndrome di SLB D1 Surakarta, Rabu (8/10). Kegiatan bertajuk “Menyala Anakku” ini menjadi puncak dari rangkaian program ‘Maumere Terasik’ yang telah berlangsung sejak Agustus hingga September 2025.

Pementasan ini menjadi ruang ekspresi sekaligus ajang kepercayaan diri bagi anak-anak Down Syndrome untuk tampil di hadapan orang tua, guru, dan teman-temannya. Selama dua bulan pelatihan, mereka tidak hanya belajar gerakan tari Maumere, tetapi juga diajak mengekspresikan diri dan bekerja sama dalam kelompok.

Anindya Syaharani, mahasiswa Fisioterapi sekaligus anggota tim PKM-PM ‘Maumere Terasik’, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan penutup dari rangkaian pengabdian yang mereka jalankan di SLB D1 Surakarta.

“Alhamdulillah, anak-anak, orang tua, dan guru pendamping sangat antusias mempersiapkan pementasan ini. Kami senang bisa melihat mereka tampil percaya diri di atas panggung,” ungkap Anindya (Kamis, 16/10).

Persiapan acara dilakukan secara kolaboratif oleh tim mahasiswa, guru pendamping, dan orang tua siswa, mulai dari riasan wajah, pembuatan properti tari, hingga penataan panggung.

Salah satu orang tua siswa, Ibu Irene, turut mengungkapkan kebahagiaannya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Kami berharap program seperti ini terus dilakukan. Anak-anak terlihat sangat bahagia dan lebih percaya diri,” ujarnya.

Selain pementasan tari, kegiatan ‘Menyala Anakku’ juga menampilkan gelar karya anak-anak Down Syndrome berupa hasil ‘mewarnai emosi’ dan ‘happy tap’ (cap tangan berwarna) yang menggambarkan pemahaman mereka terhadap emosi dasar.

Melalui kegiatan ini, para mahasiswa belajar memahami karakter unik setiap anak serta menerapkan pendekatan yang menyenangkan agar anak tetap antusias selama proses latihan maupun pementasan. Dukungan penuh dari pihak sekolah menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini.

Tim PKM-PM ‘Maumere Terasik’ menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi atas dukungan dan pendanaan yang memungkinkan program ini terlaksana dengan baik.

Anindya berharap, kegiatan ini menjadi langkah awal keberlanjutan program serupa yang tidak hanya berdampak bagi anak-anak Down Syndrome, tetapi juga bagi seluruh siswa SLB D1 Surakarta dalam mengasah potensi dan kepercayaan diri mereka. (Fika/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta