Pelatihan Literasi Informasi 2025, Bekali Mahasiswa UMS Patuhi Kode Etik Karya Ilmiah

ums.ac.id, SURAKARTA – Ruang Baca Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkolaborasi bersama Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital UMS, pertama kalinya menggelar Pelatihan Literasi Informasi tahun 2025. Pelatihan digelar pada Jumat (17/10) di Ruang Siti Badillah lantai 1 Perpustakaan UMS.

Ruang baca Teknik Industri merupakan sarana pendukung yang disediakan program studi (prodi) Teknik Industri UMS dalam menunjang kegiatan akademik. Pelatihan ini mengangkat materi “Scopus dan Pemanfaatan Jurnal Online”, bertujuan meningkatkan penyusunan penulisan ilmiah berdasarkan referensi bereputasi.

Ketua pelaksana Muhammad Naufal Althaf Allaam, menjelaskan sejumlah 29 mahasiswa dari semester 5 dan 7 Teknik Industri mengikuti pelatihan ini. Menurutnya pelatihan ini menjawab keresahan mahasiswa dalam menyusun penulisan ilmiah.

“Berawal dari mungkin keresahan dari mahasiswa, kebingungan buat mengoperasikan Mendeley dan juga nyari-nyari jurnal. Jadi ya diadakan pelatihan ini buat memudahkan menunjang ngerjain metode penelitian (mata kuliah) sama skripsi,” tutur ketua pelaksana itu.

Menurut Naufal melalui pelatihan ini, mahasiswa dapat berpikir kritis dalam menyusun karya ilmiah dan melatih keterampilan penulisan. Sehingga dapat menjadi solusi efektif dalam membantu mereka menyelesaikan berbagai tugas perkuliahan dengan mengacu pada kredibilitas hasil karya.

Adapun pembicara pada pelatihan ini menghadirkan Ana Wahyuni, S.Sos., sebagai Kepala Urusan Tata Usaha Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital UMS, dan staff perpustakaan Ken Retno Yuniawati, S.IPi.

Ana Wahyuni, narasumber pada sesi pertama menyampaikan materi mengenai pemanfaatan Scopus. Memberikan pemahaman mendalam mengenai kriteria jurnal yang memenuhi kaidah dan etika ilmiah, serta standar dalam jurnal ilmiah bereputasi. Hal ini dapat menjadi acuan mahasiswa dalam penggunaan jurnal dan menghindari ancaman terhadap jurnal tidak bereputasi.

Ia mengatakan standar dalam jurnal terakreditasi adalah jurnal nasional yang berkualitas dan diakui oleh Dirjen Dikti atau LIPI. “Jadi untuk indeks jurnal nasional itu ada yang namanya indeks pasti dari SINTA,” ungkap Ana.

Sedangkan jurnal terindeks database Scopus dan Web Science menjadi penanda mengenai jurnal bereputasi internasional. Diantaranya struktur penulisan jurnal bereputasi menggunakan penulisan ilmiah berdasarkan format ejaan yang disempurnakan (EYD), terdapat sumber atau sitasi, memiliki ISSN dan ESSN, dan dikelola secara profesional.

Lanjutnya, saat diwawancara Ana menambahkan, Scopus yang dikelola oleh Elsevier mempermudah mahasiswa dalam menemukan referensi. “Mereka bisa mengadopsi atau bisa mereferensi dari jurnal-jurnal atau artikel yang ditemukan itu untuk menyusun proposal lebih cepat. Karena disitu kan lengkap dari mulai abstrak, kemudian materi topik-topiknya apa, itu kan sudah spesifik gitu ya,” jelasnya.

Ana berharap melalui materi yang telah disampaikan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menentukan Jurnal bereputasi serta mengikuti prosedur penulisan merupakan bagian dari integritas civitas akademika yang harus dijaga. “Berpegang teguh pada etika akademik untuk hasil karya,” pesan Ana kepada peserta pelatihan.

Beralih ke materi kedua, Ken Retno Yuniawati memaparkan materi mengenai Jurnal Online. Ia menjelaskan mengenai penggunaan jurnal yang telah bekerjasama dengan UMS, seperti ScienceDirect, Springer, Cambridge, dan platform lainnya. Dalam sesi ini mahasiswa didampingi dalam mencari jurnal yang relevan dengan prodi Teknik Industri menggunakan mode pencarian lanjutan (advanced search).

Pada sesi kedua ini, Retno juga menekankan mengenai perbedaan jurnal terindeks Scopus dan Sinta, serta aturan dalam memeriksa tingkat kredibilitas jurnal. “Dengan melihat peringkat Q1–Q4 pada Scopus. Selain itu, mengenai indikator kualitas jurnal seperti CiteScore, Impact Factor, dan H-index, dapat digunakan untuk menilai reputasi serta pengaruh suatu jurnal atau penulis,” tegas Retno.

Pelatihan ini tidak hanya menghadirkan teori saja, narasumber juga menjelaskan materi secara lengkap dan sistematis, dilengkapi dengan sesi praktek langsung yang memungkinkan peserta untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh.

Salah satu peserta, Gilang Satria mahasiswa prodi Teknik Industri yang saat ini tengah menyusun skripsi mengaku, melalui pelatihan Scopus dan Jurnal Online memberikan manfaat bagi dirinya. “Itu bisa yang awalnya aku nggak tau apa itu Scopus dan cara mengaplikasikan Mendeley itu aku jadi tau kalau keduanya itu saling bersangkutan,” papar Gilang. (Roselia/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta