UMS Modernisasi Produksi Batik Desa Wisata Jarum dengan Teknologi Tepat Guna

ums.ac.id, SURAKARTAUniversitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus mendorong penguatan industri kreatif berbasis masyarakat melalui inovasi teknologi. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat skema PM-UPUD yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), UMS memperkenalkan teknologi tepat guna bagi para perajin batik di Desa Wisata Jarum, Kabupaten Klaten.

Program yang turut didukung Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Klaten tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi proses produksi, menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan nyaman, serta meningkatkan kualitas dan nilai jual batik khas Desa Wisata Jarum.

Ketua Program Pengabdian Masyarakat PM-UPUD UMS, Dr. Aflit Nuryulia Praswati, S.Sos., S.E., M.M., CMA., menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan nyata pelaku industri kreatif.

“Penerapan teknologi tepat guna merupakan salah satu bentuk komitmen perguruan tinggi untuk menghadirkan solusi yang dapat langsung dimanfaatkan masyarakat. Melalui inovasi ini, kami berharap produktivitas dan daya saing batik Desa Wisata Jarum semakin meningkat,” ujarnya, Rabu, (29/7/2026).

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudporapar Kabupaten Klaten, Dwi Murwanti, S.E., M.Si., mengapresiasi sinergi antara UMS, Kemendiktisaintek, dan Pemerintah Kabupaten Klaten dalam mendukung pengembangan Desa Wisata Jarum sebagai destinasi wisata berbasis ekonomi kreatif.

Menurutnya, bantuan teknologi tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas produk batik lokal sekaligus memperkuat keberlanjutan industri kreatif di daerah.

Pada sesi diskusi, mitra Desa Wisata Jarum memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi dalam proses produksi batik. Permasalahan tersebut meliputi penggunaan tungku produksi yang belum efisien dan berisiko terhadap keselamatan kerja, tempat duduk perajin yang kurang ergonomis sehingga memicu kelelahan, serta proses pelorotan lilin batik yang masih dilakukan secara konvensional sehingga membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar.

Menjawab tantangan tersebut, Tim PM-UPUD UMS secara simbolis menyerahkan sejumlah teknologi tepat guna kepada mitra seperti melting wax untuk melunturkan malam di kain batik dan tungku pengukus batik ecoprint. Penyerahan alat dilakukan langsung oleh Dr. Aflit Nuryulia Praswati sebagai Ketua Program PM-UPUD.

Teknologi yang diperkenalkan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi, memperbaiki aspek keselamatan dan kenyamanan kerja, serta mendukung peningkatan kualitas hasil batik.

Setelah penyerahan alat, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik penggunaan teknologi yang telah diberikan. Tim pengabdian mendampingi para perajin mulai dari cara pengoperasian hingga perawatan alat agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam aktivitas produksi sehari-hari.

Antusiasme peserta terlihat selama sesi praktik berlangsung. Para perajin aktif berdiskusi dan mencoba langsung penggunaan alat untuk memastikan teknologi yang diterima dapat diimplementasikan secara maksimal.

Dwi Murwanti menyampaikan bahwa bantuan teknologi tersebut sesuai dengan kebutuhan para perajin batik di Desa Wisata Jarum.

“Teknologi yang kami terima sangat sesuai dengan kebutuhan para perajin. Kami optimistis alat-alat ini akan membuat proses produksi menjadi lebih cepat, lebih aman, lebih nyaman, dan mampu meningkatkan kualitas batik yang kami hasilkan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemendiktisaintek, UMS, serta seluruh tim PM-UPUD atas perhatian dan pendampingannya,” ungkapnya.

Melalui modernisasi teknologi tepat guna ini, UMS berharap produktivitas pelaku usaha batik di Desa Wisata Jarum terus meningkat sehingga mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas, memiliki daya saing yang lebih tinggi, sekaligus memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. Selain meningkatkan efisiensi produksi, penerapan teknologi tersebut juga diharapkan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan ergonomis bagi para perajin.

Program PM-UPUD menjadi wujud komitmen UMS dalam mendorong hilirisasi hasil pengabdian kepada masyarakat melalui inovasi yang dapat diterapkan secara langsung oleh mitra. Kegiatan ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Di akhir kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (17/7/2026) itu, mitra kembali menyampaikan apresiasi kepada Kemendiktisaintek atas dukungan pendanaan melalui Program PM-UPUD serta kepada UMS yang secara konsisten menghadirkan inovasi dan pendampingan bagi masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan terus berlanjut guna menghadirkan berbagai program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi kemajuan Desa Wisata Jarum dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Fika/Humas)

Bagikan informasi ini kepada temanmu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta