ums.ac.id, SURAKARTA — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Temanggung menggelar Pra-Rapat Kerja Daerah (Pra-Rakerda) sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi organisasi, mengevaluasi program kerja, dan merumuskan arah kebijakan Persyarikatan ke depan.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana musyawarah aktif dan kekeluargaan tersebut diikuti oleh seluruh unsur pembantu pimpinan, mulai dari tingkat majelis hingga lembaga di lingkungan PDM Kabupaten Temanggung.
Ketua PDM Kabupaten Temanggung, Ust. Makmun Pitoyo, menegaskan pentingnya forum Pra-Rakerda sebagai fondasi perencanaan organisasi. Menurutnya, keberhasilan gerak Muhammadiyah tidak hanya bertumpu pada kualitas program, tetapi juga koordinasi yang solid.
“Keberhasilan Muhammadiyah tidak hanya ditentukan oleh kualitas program, tetapi juga oleh kuatnya sinergi, komunikasi, dan kolaborasi antarmajelis serta lembaga dalam mewujudkan tujuan Persyarikatan,” ujar Ust. Makmun Pitoyo saat menyampaikan pengarahannya.
Dalam forum tersebut, setiap majelis dan lembaga memaparkan laporan perkembangan program kerja, dinamika tantangan di lapangan, serta gagasan solutif. Diskusi secara intensif membahas sejumlah isu strategis, meliputi evaluasi pelaksanaan program, penguatan koordinasi lintas sektor, optimalisasi pelayanan kepada umat, hingga penyusunan program prioritas untuk periode mendatang.
Berbagai masukan dan pengalaman dari tiap-tiap pimpinan dipadukan dengan semangat kolektif-kolegial guna menghasilkan kesepakatan akhir. Hasil dari Pra-Rakerda ini nantinya akan menjadi landasan utama dalam penyusunan kebijakan resmi pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) mendatang.
Melalui konsolidasi ini, PDM Kabupaten Temanggung optimistis dapat melahirkan program kerja yang lebih terukur, adaptif, dan memberikan manfaat nyata bagi kemajuan umat, bangsa, dan negara.




