KKN MAs Kelompok 105 Silaturahmi ke UMKM Dimsum Ndarmo House dalam Rangka Kolaborasi

Tulisan dari Tim KKN MAs 2024 tidak mewakili pandangan dari redaksi News UMS

Karanganyar, 19 Agustus 2024 – Peran UMKM sangat besar untuk pertumbuhan perekonomian Indonesia, dengan jumlahnya mencapai 99% dari keseluruhan unit usaha. Pada tahun 2023 pelaku usaha UMKM mencapai sekitar 66 juta. Kontribusi UMKM mencapai 61% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia, setara Rp9.580 triliun. Dikutip dari kemenkeu.go.id , UMKM yang ada di Indonesia, sebagian besar merupakan kegiatan usaha rumah tangga yang dapat menyerap banyak tenaga kerja. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM, di Indonesia pada tahun 2019, terdapat 65,4 juta UMKM.

Dengan jumlah unit usaha yang sampai 65,4 juta dapat menyerap tenaga kerja 123,3 ribu tenaga kerja. Ini membuktikan bahwa dampak dan kontribusi dari UMKM yang sangat besar terhadap pengurangan tingkat pengangguran di Indonesia. Dengan semakin banyaknya keterlibatan tenaga kerja pada UMKM itu akan membantu mengurangi jumlah pengangguran di negara ini.

Saat ini, UMKM sedang dalam tren yang positif dengan jumlahnya yang terus bertambah setiap tahunnya. Tren positif ini akan berdampak baik bagi perekonomian Indonesia. Meskipun demikian, tentunya ada saja tantangan yang akan dihadapi dari UMKM ini. Tantangan UMKM ke depan yang harus diatasi bersama oleh segenap stakeholders terkait antara lain berkaitan dengan inovasi dan teknologi, literasi digital, produktivitas, legalitas atau perizinan, pembiayaan, branding dan pemasaran, sumber daya manusia, standardisasi dan sertifikasi, pemerataan pembinaan, pelatihan, dan fasilitasi, serta basis data tunggal.

Kali ini kami melakukan Sowan di kediaman Pak Sudarmo selaku pemilik UMKM Dimsum Ndarmo House di Dusun Gendon. Pak Sudarmo adalah salah satu pelaku UMKM yang merasakan betul tantangan dari UMKM ini. Usaha Dimsum yang telah beliau rintis dari tahun 2020 ini melakukan penjualan Frozen dengan sistem titip jual ke toko-toko Frozen food dan yang matang dijual secara langsung di alun-alun Karanganyar.

Usaha ini telah mendapat sertifikasi halal, izin BPOM maupun NIB. Namun, yang menjadi tantangan dari usaha Dimsum Pak Sudarmo ini adalah pemasaran produk dikarenakan makanan ini belum familiar dilingkungan Dusun Gendon, padahal telah melakukan pemasaran dengan media sosial Facebook, Instagram, Shopee dan TikTok. Sejauh ini pembeli Dimsum Ndarmo House sebagian besar dari kalangan ibu-ibu, dengan persentase 60% pembeli ibu-ibu, 20% anak-anak dan sisanya kalangan dewasa. Sudarmo bercerita, selain varian dimsum hakaw, udang, jamur, beliau juga pernah membuat varian sosis, namun tidak diterima masyarakat karena dinilai harganya terlalu mahal, padahal sosis tersebut dibuat dengan bahan premium dan tanpa pengawet yang aman dikonsumsi setiap hari. Akhirnya Pak Sudarmo hanya berfokus dengan Dimsum dan ingin menambah varian Dimsum lainnya.

Akhir dari kunjungan dan wawancara kami ini adalah untuk berkolaborasi membantu UMKM Pak Sudarmo terkhusus dalam pemasaran produk. Beliau berharap, semoga dengan kolaborasi ini produk Dimsum Ndarmo House dapat dikenal dan digandrungi konsumen hingga laba penjualan makin naik kedepannya.

(Kelompok 105 – Desa Genengan/Shofiyatul Qulub)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta