KKN MAs Tim 89 Dukung Pagelaran Wayang Golek dalam Rangka HUT RI ke-79 di Desa Wukirsawit, Kecamatan Jatiyoso

Tulisan dari Tim KKN MAs 2024 tidak mewakili pandangan dari redaksi News UMS

Desa Wukirsawit, Kecamatan Jatiyoso, kembali memeriahkan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-79 dengan pagelaran Wayang Golek. Acara yang digelar pada 17 Agustus 2024 ini telah menjadi tradisi tahunan yang selalu dinantikan oleh warga setempat. Tahun ini, kelompok Putra Pambayun menampilkan lakon dengan pesan moral yang relevan, menambah kekhidmatan dalam memperingati kemerdekaan bangsa.

Wayang Golek bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga simbol kebudayaan yang diwariskan secara turun-temurun. Pagelaran ini menggabungkan berbagai elemen seni seperti sastra, musik, drama, dan visual. Selain itu, cerita yang disajikan mengandung nilai-nilai moral, budi pekerti, dan filosofi kehidupan yang adi luhung, menjadikannya sebagai sarana edukasi budaya bagi masyarakat.

Persiapan acara dilakukan dengan kerja sama berbagai pihak, termasuk dukungan logistik dan MC dari panitia yang melibatkan kami, mahasiswa KKN MAs 89. Kehadiran kami di Desa Wukirsawit menjadi bagian dari upaya untuk mendukung pelestarian budaya lokal sekaligus belajar lebih dalam tentang kearifan lokal. Keterlibatan kami sebagai mahasiswa KKN tidak hanya terbatas pada aspek teknis acara, tetapi juga dalam mengamati dan mempelajari nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi ini.

Selain itu, melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, kami mendapatkan pemahaman lebih luas tentang pentingnya menjaga kebudayaan sebagai identitas bangsa. Ini menjadi pengalaman berharga yang akan kami bawa pulang, terutama dalam mengaplikasikan ilmu yang kami peroleh selama KKN di berbagai bidang.

Acara tahun ini semakin istimewa dengan penampilan dari empat dalang yang memiliki hubungan keluarga dekat. Dengan kontribusi mereka, kekayaan budaya yang disuguhkan menjadi lebih hidup, mencerminkan kuatnya ikatan tradisi dalam kehidupan masyarakat di Desa Wukirsawit.

Pagelaran wayang golek yang rutin diadakan setahun sekali ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media untuk merefleksikan nilai-nilai kehidupan yang dibawakan melalui kisah-kisah tradisional. Bagi kami, mahasiswa KKN, pengalaman ini tidak hanya menambah pengetahuan budaya, tetapi juga memperkaya jiwa kami dalam mengenal lebih dekat tradisi yang adi luhung ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

News UMS kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Universitas Muhammadiyah Surakarta