ums.ac.id, SURAKARTA – Lailatul Qadar merupakan malam penuh kemuliaan, keagungan, dan keberkahan yang hadir di bulan Ramadan. Pada malam ini, Allah SWT memberikan rahmat dan ampunan-Nya kepada Nabi Muhammad SAW dan umatnya. Menurut Dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Mohamad Ridha Amri Abdul Kadir, S.Th.I., MA., malam Lailatul Qadar menjadi kesempatan terbaik bagi umat Islam untuk berdoa dan meraih keberkahan.
“Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Ini adalah momen yang sempurna untuk memanjatkan doa, memohon ampunan, serta mengharap kebaikan di dunia dan akhirat,” jelas Dosen PAI UMS itu, Jumat (21/3).
Pada malam ini, terdapat doa khusus yang dianjurkan untuk dipanjatkan:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
“Ya Allah! Engkau Maha Pengampun, dan Engkau suka mengampuni. Jadi maafkanlah aku.”
Dosen UMS itu menyebutkan 4 keutamaan Lailatul Qadar:
1. Penghapusan Dosa
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barang siapa yang mendirikan shalat pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari & Muslim)
2. Turunnya Malaikat ke Bumi
Pada malam Lailatul Qadar, alam malaikat dan manusia terbuka tanpa hijab penghalang. Para malaikat turun ke bumi untuk menyaksikan hamba-hamba Allah yang beribadah dengan khusyuk. Malaikat akan menyaksikan orang-orang yang sedang ibadah (berdiri, duduk, rukuk, sujud, dzikir, yang membaca syahadat, tasbih dan ibadah yang lainnya).
3. Terbukanya Alam Gaib
Malam ini juga membuka hijab penghalang antara manusia dengan makhluk gaib, baik jin yang taat maupun yang durhaka.
4. Peningkatan Derajat Keimanan
Bagi hamba yang ikhlas dan taat kepada Allah, hijab antara dirinya dan Allah akan terbuka, menjadikan malam ini sebagai momentum peningkatan spiritual yang luar biasa.
Sebagian ulama menjelaskan bahwa agama Islam terdiri dari pengetahuan dan pengamalan. Keyakinan dan perbuatan menjadi dasar keimanan seseorang. Iman adalah gabungan antara ilmu dan keyakinan, sedangkan amal shalih merupakan pengamalan dari keimanan tersebut.
“Dalam hal ini, dakwah memiliki peran penting dalam mengajak sesama umat Islam untuk beriman dan beramal shalih,” tegas Ridha.
Ia juga menyebutkan 3 golongan umat Nabi Muhammad SAW:
1. Muslim, yaitu orang yang memeluk agama Islam dan berpegang teguh pada ajarannya.
2. Mukmin, yaitu Orang yang memiliki keyakinan kuat kepada Allah, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Hujurat [49]: 14:
الَتِ الْاَعْرَابُ اٰمَنَّاۗ قُلْ لَّمْ تُؤْمِنُوْا وَلٰكِنْ قُوْلُوْٓا اَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْاِيْمَانُ فِيْ قُلُوْبِكُمْۗ وَاِنْ تُطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ لَا يَلِتْكُمْ مِّنْ اَعْمَالِكُمْ شَيْـًٔاۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Artinya: “Orang-orang Arab Badui itu berkata: ‘Kami telah beriman’. Katakanlah: ‘Kamu belum beriman, tetapi katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
3. Muttaqin – Orang yang bertakwa dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya atas dasar rasa takut, harap, dan cinta kepada Allah.
Menyambut malam Lailatul Qadar, umat Islam diharapkan memperbanyak ibadah, berdoa, dan meningkatkan kualitas keimanan serta ketakwaan. “Semoga kita semua diberikan kesempatan untuk bertemu dengan Lailatul Qadar dan meraih keberkahannya,” pungkasnya. (Fika/Humas)




